KKN yang membuatku makin merindunya..

Hari ini insyaAlloh akan memasuki hari ke-3 saya menjalani kehidupan di KKN.. Alhamdulillah masih belum banyak aktifitas yang cukup melelahkan. Teman2 baru, lingkungan yg lumayan baru, dan tentunya ilmu baru insyaAlloh yang akan saya dapatkan dari KKN ini.
Memang baru 3 hari, tapi rasanya kok lama ya. hehe.. Entah kenapa, tapi sejak saya terjun ke KKN, rasanya kerinduan saya pada suami tercinta justru makin membuncah.. Sungguh sangat rindu dengan canda tawanya.
Ya Alloh, betapa ku ingin selalu bersama dirinya di setiap detik waktu. KKN seolah membuat saya sedang berada jauuhh di negeri entah berantah (ya padahal hanya di daerah Lempuyangan saja sih 😀 )
Tapi bagaimanapun juga, KKN memang harus saya jalani dengan sebaik mungkin, karna inilah salah satu perjuangan untuk segera bisa membersamai suami tercinta.
Ya Alloh, berikanlah hamba kesabaran dan kekuatan untuk menjalani setiap episode2 kehidupan yang telah Engkau lukiskan untuk hamba-hambaMu. Semoga cinta kami tetap bersandar pada cintaMu yang sungguh Maha Sempurna..

Teruntuk suami tercintaku,
“Sayang, tetaplah engkau berikan senyum terindahmu untukku. Kuatkanlah di kala diri ini sedang lemah. Dekaplah erat ketika diri ini makin merindukanmu.. karna sungguh, aku sangat mencintaimu..”

Advertisements

Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosaku.. Jadikanlah diriku sebaik-baik hamba yg Engkau ridhoi

“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.

Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain

Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi.

Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.
Continue reading

Besok insyaAlloh Ujian Riset Operasi.. Doain ya kawand2 ^_^

Wah, besok pagi insyaAlloh ujian RO nih.. Belajar dari tadi siang, eee sekarang malah posting tulisan. hehe 😀
udah lama saya jarang nulis or curhat or nguprek2 mbikin coretan di wp 😦
sebenernya pingin sering bikin coretan di wp, tp kok ya malah ga jadi2 ya?? 😀
btw, kok tambah ga nymbung ya sama judulnya.. Haduh2..fatika ini lho 🙂
habisnya saya tu kangen banget sama misua yg lagi di pulo sebrang nih.. (huwaa… tambah ora nyambung deh fat nih kayaknya. hihi..) Gapapa lah 😀 . Tiap hari bawaannya tu rinduuuuuuu banget 🙂
dikit2 kangen, dikit2 kangen.. Hmm,, tapi sekarang beliau baru ngapain ya? Pingin deh tiap sore bisa menyambut beliau sepulang kerja sambil mbikinin secangkir teh hangat.. Hmm,,pasti romance banget tuh 😀
Eh, kembali ke topik semula nih.. Malah ngelantur ke mana2. Hihi 😀
intinya…(lho?? kok dah ke intinya fat?? piye tho?!) he2.. Ya intinya, saya mohon doa dari saudara2 semua agar ujian akhir saya dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan.. Amiin ya robbal ‘alamiin.. (Ingin segera lulus kuliah dan bermandiriusaha agar dapat mendampingi suami tercinta setiap saat.. Luv u hunny ^_^)

Sungguh aku mencintaimu, suamiku…

Cerita ini adalah kisah nonfiksi… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.

Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.


from :
Azkiya أم فرة Fauziah
***
Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..

Pernikahan kami sederhana namun meriah…..

Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.

Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.

Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..

Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.

Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…

Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Continue reading

Terpisahkan oleh jarak lagi..

Hmm…tidak terasa tadi siang suamiku sudah harus kembali ke Lampung lagi, kota tempatnya bekerja.. Padahal sudah sejak jumat malam beliau pulang ke Jogja, tapi kok rasanya waktu berjalan begitu cepat hingga jam11.40 tadi pun beliau sudah harus pergi lagi 😦 .Yaa…apa boleh di kata, memang beginilah keadaan saya dengan suami.. Long Distance Love. hehe.. Tapi it’s okeylah.. Di sana kan beliau juga sedang berjuang mencari rizki..

Pertemuan seperti 2 hari ini belum tentu bisa kami rasakan setiap saat.. Satu bulan sekali pun itu sudah alhamdulilah beliau bisa pulang ke Jogja. Meskipun hanya bisa bertemu dalam waktu yang lumayan singkat, tapi syukur alhamdulillah kupanjatkan kepada Alloh swt.. Dengan penuh pengorbanan dan perjuangan, beliau rela untuk pulang pergi Lampung-Jogjakarta hanya demi bertemu denganku.. 🙂  Hmm…subhanalloh..

Terima kasih ya Alloh untuk karunia yang Engkau berikan kepada kami. Limpahkanlah kebahagiaan bagi rumah tangga kami.. Lindungilah suamiku di sana dalam penjagaanMu ya Robb.. Berkahilah selalu hari-harinya dalam syukur kepadaMu.. Semoga Engkau berkenan mempertemukan kami kembali dalam indahnya cinta kepadaMu..

Untuk suamiku tercinta, M. Dwi Setiyadi, yang sekarang sedang berada di Lampung… Teriring doa dan cinta adek untukmu selalu.. I love you coz Alloh.. ^_^

Alhamdulillah..

alhamdulillah.. terima kasih ya Alloh.. hari ini kembali kutemukan senyum yang sempat hilang itu… ^_^

Muhasabah

Ya Alloh,, ada apa dengan hambaMu ini? Berikanlah kepada hamba keihklasan untuk menerima semua ketetapan yang Engkau berikan kepada hamba Ya robb.. Andaikan bukan ini kehendakMu, ampunilah hamba ya Alloh.. Hidup di dunia hanya sementara.. hamba hanya ingin agar kelak dapat berjumpa denganMU dan dengan kekasihMu..