Sholat Tahajud

Dan bertahajudlah pada sebagian malam hari sebagai suatu ibadah tambahan bagimu (Muhammad), mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ketempat yang terpuji” (QS. Al-Isra’:79).

Di malam hari, dimana saat itulah kita bisa nyenyaknya beristirahat, terdapat suatu ibadah yang dalam satu riwayat hadits menekankan betapa pentingnya melakukan shalat malam (tahajud) ini setelah menunaikan shalat fardhu.

Hukum Shalat Tahajud

Mengapa shalat tahajud menjadi penting ?

Kita dianjurkan untuk bangun pada sebagian malam guna bersujud, berdiri dan membaca ayat-ayat Allah dengan tartil (jelas dan menunaikan hak masing-masing huruf), atau dengan kata lain melaksanakan shalat yang dinamakan tahajud.

Dan orang-orang yang bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka pada waktu malam.” (QS. Al Furqan:64).

Mereka membaca ayat-ayat Allah pada sebagian malam ketika mereka melakukan shalat”. (QS. As-Sajdah:16-17).

Hai orang-orang yang berselimut, bangunlah pada sebagian malam (untuk shalat); separuhnya atau kurangi atau lebih sedikit dari itu. Dan bacalah Al Qur’an dengan tartil”. (QS. Al-Muzammil:1-4)

Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasullulah bersabda : “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulannya Allah yaitu bulan Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

Dari hadits diatas terlihat betapa pentingnya posisi shalat tahajud meski derajatnya hanya sebagai shalat sunnah namun menjadi prioritas setelah kita menunaikan ibadah shalat wajib.

Keutamaan shalat Tahajud

  1. Shalat Tahajud amat diperhatikan oleh Rasullulah SAW, karena meskipun dosa-dosa beliau telah diampuni, namun hal ini tidak menurunkan semangat beliau untuk menunaikan shalat tahajud guna mengungkapkan rasa syukurnya.

Dari Aisyah ra. : “Sungguh Nabi SAW shalat malam sehingga merekah kedua telapak kakinya. Aisyah berkata kepada beliau : “mengapa engkau melakukan ini, wahai Rasullulah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang ?” Beliau menjawab : ”Apa aku tidak ingin menjadi hamba yang sangat bersyukur ?” (HR. Bukhari no. 4837 dan Muslim no. 282).

  1. Seseorang dapat masuk sorga dikarenakan shalat tahajud.

Dari Abdullah bin Sallam ra. Bahwasanya Rasullulah bersabda : “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah kekerabatan, dan shalatlah disaat manusia terlelah tidur pada saat malam, niscaya kau masuk surga, kampung keselamatan.” (HR. Ibnu Majah no. 3251 dan 1334).

  1. Orang yang beriman sempurna adalah mereka yang menyukai shalat tahajud.

Sebenarnya orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami hanyalah orang-orang yang jika diingatkan dengan ayat-ayat tersebut mereka bersujud dan mereka bertasbih memuji Tuhan mereka lagi tidak menyombongkan diri. Lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidur. Mereka menyeru Tuhan mereka dengan penuh rasa takut dan harap dan mereka menginfakkan sebagian rizki yang telah kami berikan kepada mereka.” (QS. As Sajdah :15-17).

  1. Orang shaleh mempunyai kebiasaan menunaikan ibadah shalat tahajud. Dengan tunainya ibdah ini, kesalahannya tertutupi dan dosanya terampuni.

Dari Abu Umamah ra. Bahwasanya Rasullulah bersabda : “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian serta penutup kesalahan dan penghapus dosa “. (HR.At Tirmidzi no. 3549).

Waktu shalat tahajud

Shalat Tahajud boleh dilakukan pada waktu awal, tengah dan akhir malam.

Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulluloh bersabda: Allah turun kelangit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman : “Siapa yang berdoa kepadaKu niscaya aku kabulkan ! Siapa yang meminta kepadaKu niscaya aku beri ! Siapa yang meminta ampun kepadaKu tentu aku ampuni !” Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758).

Jumlah raka’at shalat tahajud

Sebenarnya tidak ada batasan jumlah maksimal raka’at shalat tahajud. Namun yang paling utama tidaklah lebih dari 11 rakaat.

Shalat malam itu dilakukan dengan salam tiap dua raka’atnya. Jika salah satu kalian khawatir keburu datang waktu subuh maka hendaklah ia shalat satu raka’at sebagai witir bagi shalat-shalat sebelumnya. (HR. Bukhari no. 1331 dan 1979 dan Muslim no. 1159)

Adab shalat tahajud

  1. Niatkan untuk shalat malam

Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulluloh bersabda : Barang siapa mendatangi tempat tidur dalam keadaan berniat untuk bangun karena hendak melaksanakan sholat malamtetapi ternyata ketiduran sampai pagi, maka ditulis untuknya pahala sholat yang telah ia niatkan dan tidurnya merupakan sedekah dari Allah untuk dirinya. (HR. An Nasai no. 1784)

  1. Hilangkan rasa kantuk, mengingat Allah, kemudian menggosok gigi.
  2. Shalat tahajud dibuka dengan dua raka’at ringan.
  3. Sebaiknya shalat tahajud dilaksanakan dirumah.

Dari Zaid bin Tsabit ra. bahwasanya Rasulluloh bersabda : Hendaklah kalian shalat dirumah kalian! Karena sebaik-baiknya shalat seseorang adalah dirumahnya kecuali shalat wajib. (HR. Bukhari no. 731 dan Muslim no. 781)

  1. Jika merasa ngantuk, hendaknya berhenti shalat, lalu tidur hingga hilang rasa kantuknya.
  2. Kelanjutan dalam melaksanakan sholat malam amat dianjurkan.

Amal yang paling Allah cintai adalah amal yang dikerjakan terus menerus meski sedikit. (HR. Bukhari no. 970 dan Muslim 782)

  1. Sebaiknya ketika sudah bangun shalat, bangunkan pula keluarga kita.

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulluloh bersabda : Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun pada waktu malam lalu shalat; kemudian ia membangunkan istrinya lalu istrinya juga shalat. Jika istrinya menolak maka si suami memerciki wajah istrinya dengan air. Semoga Allah merahmati seorang istri bangun pada waktu malam lalu shalat; kemudian ia membangunkan suaminya lalu suaminya juga shalat. Jika suaminya menolak maka si istri memerciki wajah suaminya dengan air. (HR. An Nasai no. 1610)

One Response

  1. Yazid Ar-Roqosyi : ” Sholat Malam (Qiyamul Lail) adalah cahaya bagi orang mukmin pada hari kiamat, dimana ia berjalan di hadapan dan di belakang cahaya tersebut. Sementara itu, puasa seorang hamba akan menjauhkannya dari panasnya neraka yang menyala-nyala.” Ash Sholat Wat Tahajjud, hal 298.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: