Catatan akhir seorang ukhty (part 1)

Bismillaahirrohmaanirrohim..
Rasanya dirimu terlalu sulit untuk menuliskan kata-kata lagi. Terlalu banyak yang ingin kau tuangkan. Betapa engaku terlalu banyak dosa. Berapa banyak hati yang telah tersakiti. Tapi sungguh dirimu tak ada niatan sedikitpun untuk menyakiti hati-hati itu. Engkau menyadari bahwa dirimu hanyalah manusia biasa, manusia yang tentunya tak luput dari dosa dan kesalahan. Dan sekarang, engkau meminta ijin untuk sedikit berbagi cerita kehidupan yang semoga banyak hikmah yang bisa diambil..
wanita-muslimah12Ketika di SMA, begitu pendiamnya dirimu, atau bisa dikatakan tak terlalu menyukai keadaan yang ramai. Hidup kau jalani dengan tenang dengan sahabat-sahabat yang senantiasa mengingatkanmu dalam mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Suasana yang begitu membuatmu merasa tenang dan damai di dalamnya.
HIngga di akhir kelas tiga SMA, kejutan awal itu hadir. Kejutan yang membuatmu sedikit tersenyum bahagia. Tepat di malam pertama memasuki bulan Ramadhan, dia ucapkan kata-kata yang membuatmu harus menitikkan air mata. Air mata yang untuk pertama kalinya, ketika ada seseorang yang dengan teduhnya mengucapkan kata-kata yang sungguh membuatmu terenyuh dan tersadar bahwa engkau hanyalah manusia biasa. Meski wajahnya pun kau tak tahu, namun dari suara itu kau yakin bahwa dia sosok yang baik agamanya. Tapi astaghfirullah,,bergegas kalimat itu kau ucapkan. Sadarkah wahai diri yang penuh dosa, pantaskah kau mendampinginya dalam perjuangan ini? Terlalu jauh kau bersanding dengannya. Terlalu sempurna agamanya hingga sanggupkah kau menguatkan dirinya di saat ia terjatuh? Ah, bergegas kau buang pikiran-pikiran itu. Tak pantas kau ucapkan kata-kata seperti itu. Akhirnya kau beranikan untuk menyampaikan permintaannya pada kedua malaikatmu. Kau kumpulkan keberanian itu, tapi jawaban yang malaikatmu sampaikan jauh dari anganmu. Menangislah kau saat itu. Mengadu kepada Allah kenapa bukan saat itu.
Berhari-hari kau pun memikirkannya, memikirkan apa yang nanti akan kau sampikan padanya. Pantaskah dia mendapat jawaban ini? Ketika dia sampaikan ingin segera mengetahui jawaban dari calon bidadarinya. Terharunya dirimu dengan kata-katanya. Namun, kau pun harus berani dengan keputusanmu. Meski dengan air mata kau ucapkan itu, insyaAllah kau akan mendapatkan yang lebih dan lebih baik dari ini. Satu kata yang saat itu harus kau tanam dalam hatimu, ikhlaskan dia. Biarkan dia bertemu dengan bidadari yang kelak akan mendampinginya dalam perjuangan ini.
Waktu terus berlalu, hingga kau pun memasuki dunia kampus. bersambung

One Response

  1. kapan ya kira2 part terakhirnya bs sgera terbit?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: