Sudah Sempurnakah Jilbabku?

I hope I can like herSaudariku ukhti muslimah, semoga Allah merahmatimu. Fenomena wanita-wanita muslimah yang berpakaian meniru pakaian wanita kafir telah menjadi trend dan model yang terus digalakkan agar wanita muslimah merasa ‘kikuk’ dan malu ketika harus berjilbab lebar dari atas kepala hingga ke mata kaki. Banyak wanita muslimah yang telah terasuki pemahaman sekuler lebih memilih berpakaian modis dan trendy karena takut dikatakan ‘ketinggalan zaman’. Sehingga tak heran bila ada diantara mereka yang berkerudung tapi ternyata belumlah sempurna. Maklum saja kerudung yang mereka pakai ini hanya sekedar sebagai hiasan dengan ditambah pernak-pernik yang malah semakin jauh dari syarat yang ditetapkan islam.Berkerudung dengan tetap dibalut pakaian ketat yang menampakkan lekuk tubuh atau celana jeans sudah bukan pemandangan asing bagi kita. Yang jadi masalah adalah apakah memang pakaian yang seperti ini dibenarkan??

Agar kita tidak jatuh dalam kesalahan dan ‘latah’ dengan mengikuti kebanyakan orang maka ada baiknya kita mengkaji satu hadits berikut ini supaya pemahaman kita tentang kerudung yang modis dan trendy itu menjadi jelas hukumnya. Haditsnya berbunyi sebagai berikut:

”Ada 2 kelompok penghuni neraka dari ummatku tetapi aku belum pernah melihat keduanya yaitu : wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, genit, kepalanya seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Juga sekelompok laki-laki yang membawa cemeti seperti ekor sapi, yang mereka gunakan untuk memukuli hamba-hamba Allah ” (HR.Muslim) Hadits ini dikeluarkan oleh: Shahih Muslim juz:VIII/155, Imam Ahmad juz II/440, dan Ash-Shahihah oleh Syaikh Al-Bani nno:1326.

Nah, mari kita simak penjelasan haditsnya. Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: “Sinfaani min ahlin naari min ummati ”= “Dua kelompok ahli neraka dari ummatku” yaitu : tidaklah berarti bahwa mereka itu (2 kelompok tersebut) adalah orang-orang kafir yang kekal dineraka (karena masih dari golongan ummat islam atau ummat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam) Akan tetapi, mereka akan diazab dineraka dalam suatu masa tertentu yang hanya diketahui oleh Allah kemudian mereka itu akan dimasukkan kedalam surga, karena mereka masih mempunyai iman, akan tetapi siapakah yang dapat tahan dineraka ??? walaupun sekejap saja??!!! Nabi Muhammad telah mengabarkan kita bahwa seorang manusia yang paling senang hidupnya selama didunia dimasukkan dalam neraka dengan sekali celupan saja, maka ditanyakan kepadanya:”Apakah engkau merasakan kesenangan dalam hidupmu?” Ia menjawab :”Tidak!!saya tidak pernah merasakan kesenangan barang sesaatpun!!” Beginilah keadaan orang yang direndam ke neraka dengan satu kali rendaman saja bagaimanakah halnya orang yang tinggal(bermukim) dalam satu tempo tertentu dineraka???Sebagian ulama mengatakan bahwa: ”Mereka itu kekal didalam neraka selama-lamanya apabila mereka memandang,mengatakan dan menganggap bahwa apa-apa yang mereka lakukan itu adalah boleh atau halal”.

Saudariku ukhti muslimah,..perhatikanlah ancaman yang sangat menyeramkan dan juga azab yang pedih itu bagi wanita yang merasa bangga dengan kecantikannya dihadapan laki-laki yang bukan muhrimnya.Sejenak dia tampak bahagia dan gembira padahal diakhirat kelak perbuatan itu merupakan satu sebab diharamkannya masuk surga. Baiklah sekarang kita akan membahas hadits diatas secara terperinci agar ukhti semua faham apa yang diinginkan dari hadits tersebut. Kata ”Kaasiyaat ‘aariyat” = wanita-wanita berpakaian tetapi telanjang ; mengandung 2 pengertian:

1. Bahwa mereka menutup sebagian dari tubuh mereka dan membuka sebagian yang lain.

2. Bahwa mereka itu memakai pakaian yang tipis atau sempit (ketat) atau pendek. Mereka mengira bahwa mereka sudah berpakaian dengan pakaian yang terbaik, sedangkan mereka dengan pakaian seperti itu telah berbuat kerusakan terhadap diri mereka dan agama mereka sendiri.

Pada zaman kita ini, pakaian tabarruj (pamer aurat) seperti yang disebutkan hadits diatas telah terjadi dalam segala kandungan makna yang ada padanya dimana para wanita kita telah merasa berpakaian akan tetapi pada kenyataannya mereka tidak berpakaian, mereka berlari dibelakang model-model pakaian yang baru muncul dan mengikuti cara berpakaian orang barat yang jelas-jelas kafir, mereka telah membuat kemarahan Rabb mereka dan mereka telah merugikan diri mereka sendiri, betapa malang mereka itu dan bagaimanakah kiranya perlakuan Allah terhadap mereka ketika mereka menemui-Nya nantinya??

Bahkan bentuk hijab (penutup aurat) wanita muslimah yang ada pada zaman kita ini (yang mereka sebut dengan ”model muslimah”) adalah lebih buruk dari pakaian wanita zaman jahiliyah,..ya..lebih buruk!!dengan alasan: Para wanita zaman jahiliyah (sebelum kedatangan islam) adalah memakai pakaian yang besar, lebar dan panjang yang tebal yang menutup seluruh tubuh mereka sedangkan diatas kepala mereka ada kerudung panjang menutup kepala mereka, akan tetapi ketika mereka keluar rumah, mereka menjulurkan sisa kerudung yang menutup kepala mereka tersebut kepunggung mereka (menyelempangkannya kebelakang, bukan kedepan) sehingga dada mereka tidak tertutup oleh kerudung mereka, jadi dada mereka hanya ditutup oleh pakaian dasar yang tebal yang menutup seluruh tubuh mereka saja. Maka Allah menyebut pakaian yang seperti ini dengan ”tabarruj ala jahiliyatul ‘ula”(berhiasnya ala wanita jahiliyah pertama), maka kemudian Allah memerintahkan para wanita mukminat untuk menjulurkan atau menyelempangkan kerudung tersebut diatas dada mereka dengan firman-Nya:

”Dan, Hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka”(An-Nuur:31)

Oleh karena itu kami mengatakan bahwa, pakaian wanita zaman kita ini yang mereka sebut dengan ”model muslimah” yang berasal dari ”shopping centre” dari segi persyaratan pakaian wanita muslimah adalah LEBIH BURUK dari pakaian wanita zaman jahiliyah. Jadi inilah, yang dimaksud dengan ”tabarruj” yaitu: menampakkan sebagian dari perhiasan mereka (dada yang tidak dijulurkan atasnya sisa kain kerudung yang menutup kepala mereka).

Adapun kata”al mumilat al-mailaat” =berlenggak-lenggok (genit/menarik kepada maksiat) dalam hadits diatas adalah berarti: wanita-wanita yang berjalan dengan angkuh (tidak mengindahkan sopan santun), melenggok-lenggok seperti jalannya wanita pelacur yang memancing kemaksiatan dari laki-laki yang sudah rusak hatinya.

Kalimat hadits diatas yang berbunyi “alaa ru’usihinna mitslu asminatil bukhti” = Kepala mereka seperti punuk unta yang miring” adalah berarti : ”Bahwa mereka itu membesarkan rambut kepala mereka dengan lipatan-lipatan atau topi model atau rambut palsu”

Imam Nawawi berkata tentang hadits diatas bahwa: “Hadits ini adalah merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, karena apa-apa yang Beliau kabarkan tersebut telah terjadi, adapun makna dari “Rijaalun ma’ahum siyaathun mitslu adznabil baqar= sekelompok laki-laki yang membawa cemeti itu adalah para polisi”.(bila itu telah terjadi pada zaman Imam An-Nawawi yaitu pada abad ke 7 hijriah atau semenjak 700 tahun yang lalu maka ia pada zaman kita sekarang ini terlihat sangat jelas).1

Makna hadits dari “Rijaalun ma’ahum siyathun mitslu adznabil baqar yadhribuuna biha ‘ibaadullahi ” yaitu Sekelompok laki-laki yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukuli hamba-hamba Allah maksudnya adalah:

“Polisi akan menghukum rakyat tanpa disebabkan oleh suatu kesalahan apapun. Rasulullah telah menyebutkan ciri-ciri mereka, yaitu; bahwa mereka itu membawa cemeti-cemeti yang memedihkan yang akan mereka pukulkan kepada manusia.Oleh karena mereka menyakiti manusia tanpa ada sebab alasan, maka Rasulullah mengabarkan bahwa mereka itu adalah merupakan ahli neraka dimana mereka berada dalam kemurkaan Allah ketika mereka berangkat dari rumah dan ketika mereka pulang.Sebagaimana yang diriwayatkan dalam salah satu riwayat Imam Muslim dari Abi Hurairah dimana Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

“Hampir saja, sekiranya kamu panjang umur maka kamu akan melihat sekelompok orang yang pada tangan mereka ada alat seperti ekor-ekor sapi, mereka akan berangkat pagi dalam kemurkaan Allah dan mereka akan pulang sore dalam kemurkaan Allah”.

Setelah membaca penjelasan diatas tentu pemahaman kita tentang jilbab trendy ini menjadi jelas hukumnya bahwa ia bukanlah seperti yang dikehendaki syari’at kita. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk berubah dan memperbaiki keadaan kita.Amien.Wallahu’alambish-shawwab. (Ummu)

Footnote:
1.Kitab Shahih Muslim Syarhun Nawawi, juz 17 hal 90

Maraji:
1. Umur Umat Islam, Kedatangan Imam Mahdi dan Munculnya Dajjal, Amin Jamaluddin, hal:210-213,Cendikia
2. Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Al-Bani, Pustaka Tibyan, Solo

3 Responses

  1. sesungghnya kcntikn seorng wnita brsal dri htina……………

    yupz

  2. susah untuk ukuran jaman sekarang, semoga masih ada orang yg masih cinta surga dan berharap jadi penghuninya

    amiin

  3. Masih banyak wanita yg jd korban mode jaman sekarang…semoga Allah SWT memberikan hidayahNya..Amiiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: