Cermin Diri

259921525m

Tatkala kudatangi sebuah cermin, tampak sesosok yang sangat lama
kukenal dan sangat sering kulihat. Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat.

Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya, apakah wajah ini yang kelak
akan bercahaya dan bersinar indah di surga sana ? Ataukah wajah ini
yang akan hangus legam di neraka jahanam?

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya, mata inikah yang akan
menatap penuh kelezatan dan kerinduan…menatap Allah, menatap
Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak?

Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam? Akan kah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?

Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selam ini?
Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang kelak akan mendesah
penuh kerinduan mengucap “la ilaaha ilallah” saat malaikat maut
datang menjemput ?
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dengan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.
Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqun jahanam yang getir,
penghangus, penghancur setiap usus. Apakah gerangan yang engkau
ucapkan wahai mulut yang malang ?

Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan? Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu? Betapa jarang engkau jujur, betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Allah mengampunimu.

Tatkala kutatap tubuh ini, apakah tubuh ini kelak yang akan penuh
cahaya, bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga? Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih didalam lahar membara jahanam, terpasung tanpa ampun, derita yang tak pernah berakhir?
Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan? Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?

Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?

Ketika kutatap hai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu…
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu,atau sekotor daki-daki yang
melekat di tubuhmu..
Apakah hatimu segagah ototmu, atau selemah daun-daun yang mudah rontok..
Apakah hatimu seindah penampilanmu, ataukah sebusuk kotoran-
kotoranmu..

Betapa beda dan sangat beda apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi…
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi Aku telah tertipu, aku tertipu oleh topeng Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng…
Sedangkan aku…aku hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus …

Aku tertipu, aku malu yaaa Allah…
Allah.. selamatkan aku ya Rabbii…
Amin ya Rabbal `alamin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: