Idul Adha Jatuh pada 8 Desember

http://www.suarakarya-online.com/

Jumat, 5 Desember 2008
JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah menetapkan Idul Adha jatuh pada Senin, 8 Desember 2008 atau 10 Zulhijah 1429 Hijriyah. Ketetapan itu berdasarkan hasil sidang isbat awal Zulhijah di Kantor Departemen Agama, Jakarta, Kamis (4/12).

Sidang isbat yang dipimpin Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Prof Nasaruddin Umar, mewakili Menteri Agama, diikuti pimpinan ormas Islam dan anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Departemen Agama.

Ketua BHR yang juga Direktur Urusan Agama Islam Depag Muchtar Iljas melaporkan, sesuai ijtima pada Kamis, 27 November 2008 (29 Zulqaidah 1429 H) pukul 23.55, saat matahari terbenam posisi hilal masih di bawah ufuk antara -5 derajat 39 menit sampai -4 derajat 33 menit.

Selain itu, hasil pengamatan di sejumlah lokasi juga menyatakan tidak melihat hilal. “Dengan demikian, 1 Zulhijah 1429 H jatuh pada Sabtu, 29 November 2008,” ujarnya. Di kawasan ASEAN, Arab Saudi serta negara-negara Islam juga menetapkan 1 Zulhijah pada hari yang sama. Dengan demikian, tutur dia, pada tahun ini, Idul Adha dirayakan umat Islam secara bersamaan.

Sementara itu, perwakilan ormas Islam Al Wasliyah, Hamim Aziz, meminta agar pelaksanaan sidang isbat dilakukan Departemen Agama pada akhir bulan Zulqaidah, tidak seperti saat ini. “Sebaiknya seperti penetapan awal Ramadhan dan 1 Syawal,” ujarnya.

Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar mengatakan, dalam menetapkan Idul Adha pihaknya lebih mempertimbangkan aspek teknis. “Kalau untuk 1 Syawal, sangat berkepentingan dengan lebaran Idul Fitri. Sedang Zulhijah ada batasan waktu 10 hari,” katanya.

Selain itu, pengalaman pemerintah Arab Saudi pada waktu lalu tidak tetap, bisa berubah-ubah di tengah jalan. “Keinginan raja segala-galanya,” kata Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) ini.

Keamanan

Sementara itu, dari Mekkah dilaporkan, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Naif bin Abdul Aziz menyatakan, aparat keamanan negara itu siap menghadapi ancaman keamanan yang mungkin terjadi selama berlangsungnya penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan 2,5 juta lebih jemaah haji.

“Kami telah menyiapkan 100 ribu personel keamanan untuk pengamanan haji tahun ini,” kata Pangeran Naif, Kamis (4/12). Dia belum memiliki informasi tentang adanya ancaman terhadap keamanan.

“Kami siap untuk menghadapi situasi dan kondisi apa pun,” kata Pangeran Naif kepada wartawan usai meninjau fasilitas dan kesiapan aparat keamanan Arab Saudi menghadapi musim haji mendatang, Rabu (3/12).

“Aparat keamanan kami sepenuhnya siap menghadapi kondisi apa pun. Kami berharap ritual ibadah umat Islam ini tetap dihormati. Jangan remehkan keamanan kami,” ucapnya.

Atas nama Penjaga Dua Mesjid Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz, Pangeran Naif menyambut para tamu Allah yang akan menunaikan ibadah haji. “Kami ingin mereka semua dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik,” ucapnya. (Yudhiarma/Ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: