KKN yang membuatku makin merindunya..

Hari ini insyaAlloh akan memasuki hari ke-3 saya menjalani kehidupan di KKN.. Alhamdulillah masih belum banyak aktifitas yang cukup melelahkan. Teman2 baru, lingkungan yg lumayan baru, dan tentunya ilmu baru insyaAlloh yang akan saya dapatkan dari KKN ini.
Memang baru 3 hari, tapi rasanya kok lama ya. hehe.. Entah kenapa, tapi sejak saya terjun ke KKN, rasanya kerinduan saya pada suami tercinta justru makin membuncah.. Sungguh sangat rindu dengan canda tawanya.
Ya Alloh, betapa ku ingin selalu bersama dirinya di setiap detik waktu. KKN seolah membuat saya sedang berada jauuhh di negeri entah berantah (ya padahal hanya di daerah Lempuyangan saja sih 😀 )
Tapi bagaimanapun juga, KKN memang harus saya jalani dengan sebaik mungkin, karna inilah salah satu perjuangan untuk segera bisa membersamai suami tercinta.
Ya Alloh, berikanlah hamba kesabaran dan kekuatan untuk menjalani setiap episode2 kehidupan yang telah Engkau lukiskan untuk hamba-hambaMu. Semoga cinta kami tetap bersandar pada cintaMu yang sungguh Maha Sempurna..

Teruntuk suami tercintaku,
“Sayang, tetaplah engkau berikan senyum terindahmu untukku. Kuatkanlah di kala diri ini sedang lemah. Dekaplah erat ketika diri ini makin merindukanmu.. karna sungguh, aku sangat mencintaimu..”

Alhamdulillah, sudah memasuki hari pertama di bulan Sya’ban 1431 H

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita sudah memasuki bulan Sya’ban. Namun kadang kaum muslimin belum mengetahui amalan-amalan yang ada di bulan tersebut. Juga terkadang kaum muslimin melampaui batas dengan melakukan suatu amalan yang sebenarnya tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allahumma a’in wa yassir (Ya Allah, tolong dan mudahkanlah kami).

Bulan Sya’ban secara urutan bulan hijriah jatuh sebelum bulan Ramadhan. Dalam riwayat Imam Bukhari, Aisyah ra. menceritakan, bahwa Rasulullah saw. selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban? Bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa tidak ada bulan melebihi bulan Sya’ban di dalamnya Rasulullah saw. berpuasa. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi saw. berpuasa mayoritas hari-hari bulan Sya’ban. Mengapa?

Ada beberapa rahasia di antaranya:

Continue reading

Because I Love You… I Love You coz Alloh..

You are the flame in my heart

You light my way in the dark

I belong to you and you belong to me too

You make my life complete

You make me feel so sweet

And with you there`s no disguise

So I could open my mind, my heart

You show me the way and give me love

I can`t describe how much I feel for you

I realize that no one else

could ever take your place

You are meant to be, the way you are exactly

You`re always on my mind

Everybody knows that I need you

The way that I am is the way

that I feel for you now

I am losing my mind when you`re not around

I want you to be by side

Show me all your love and walk right through

I promise you from the bottom of my heart

I`ll never leave you behind

I will love you till death do us part

I will love you like I never love again

for my beloved husband,

…I Love u coz Alloh…


Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosaku.. Jadikanlah diriku sebaik-baik hamba yg Engkau ridhoi

“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.

Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain

Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi.

Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.
Continue reading

Perhaps I need you..

“If one day you feel like crying, call me.
I don’t promise that I will make you laugh, but I can cry with you.
If one day you want to run away, don’t be afraid to call me.
I don’t promise to ask you to stop, but I can run with you.
If one day you don’t want to listen to anyone, call me.
I promise to be there for you but also promise to remain quiet.
But one day if you call and there is no answer, come fast to see me. Perhaps I need you…”

Besok insyaAlloh Ujian Riset Operasi.. Doain ya kawand2 ^_^

Wah, besok pagi insyaAlloh ujian RO nih.. Belajar dari tadi siang, eee sekarang malah posting tulisan. hehe 😀
udah lama saya jarang nulis or curhat or nguprek2 mbikin coretan di wp 😦
sebenernya pingin sering bikin coretan di wp, tp kok ya malah ga jadi2 ya?? 😀
btw, kok tambah ga nymbung ya sama judulnya.. Haduh2..fatika ini lho 🙂
habisnya saya tu kangen banget sama misua yg lagi di pulo sebrang nih.. (huwaa… tambah ora nyambung deh fat nih kayaknya. hihi..) Gapapa lah 😀 . Tiap hari bawaannya tu rinduuuuuuu banget 🙂
dikit2 kangen, dikit2 kangen.. Hmm,, tapi sekarang beliau baru ngapain ya? Pingin deh tiap sore bisa menyambut beliau sepulang kerja sambil mbikinin secangkir teh hangat.. Hmm,,pasti romance banget tuh 😀
Eh, kembali ke topik semula nih.. Malah ngelantur ke mana2. Hihi 😀
intinya…(lho?? kok dah ke intinya fat?? piye tho?!) he2.. Ya intinya, saya mohon doa dari saudara2 semua agar ujian akhir saya dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan.. Amiin ya robbal ‘alamiin.. (Ingin segera lulus kuliah dan bermandiriusaha agar dapat mendampingi suami tercinta setiap saat.. Luv u hunny ^_^)

Jalan Cinta Para Pejuang (buku yang recommended)

Kutipan salah satu bab di dalam buku ini
Sergapan Rasa Memiliki

..milik nggendhong lali..
rasa memiliki membawa kelalaian
-peribahasa Jawa-

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.

”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni. Continue reading